Seed
Author : Ayumu13
Cast : D.o and Eunji
Support : Exo and Apink Members
Genre : Comedy Romance, Horror
Rating : PG15
Length : Chapter 1
Selamat Membaca ^^
I Found a Love –
Eunji
-Author-Pov-
Matahari memancar terang dilangit yang bersih tanpa awan.
Suhu yang mencapai 45C dipagi hari membuat libur musim panas menjadi sangat
menyenangkan. Kebanyakan orang memilih Pantai sebagai tempat berlibur bersama
teman maupun keluarga, menikmati hangatnya air laut dengan ombaknya yang
ringan.
2 orang sahabat sedang duduk ditengah kerumunan orang banyak
sambil menunggu matahari terbit dengan siaga. Seorang wanita dengan pakaian
yang minim memanggil temannya yang memakai celana jeans selutut dengan baju
kaos longgarnya.
“Eunji-a kau lihat disana, ada 12 pria yang sedang berkumpul
disana?”
“Ya, aku melihatnya dengan jelas”
“Kau tahu maksudku kan?!”
Kata Naeun sambil melirik 12 pria itu dengan senyuman. Eunji
langsung mengerti maksud sahabatnya itu, dan dia sangat bersemangat tertawa
puas. Naeun yang hanya memakai bikini membantu Eunji untuk bangun dan berjalan
menemui 12 anak pria yang mereka lihat sedang berpesta ria disebuah warung
pinggir pantai. Mereka duduk jauh terpisah dengan meja 12 pria itu.
“Pelayan, aku pesan 2 minuman dingin disini..”
Kata Naeun yang sengaja melantangkan suaranya agar menarik
perhatian dari salah satu pria yang berada disampingnya. Para pria itu hanya
asyik dengan gurauan mereka tanpa memperhatikan 2 gadis cantik yang berada 1
warung dengannya.
Brakk
Gelas minuman Eunji jatuh saat seseorang menyenggol
tangannya secara tidak sengaja. Eunji langsung berdiri sambil menggosok
bajuuntuk menghilangkan noda dari minuman yang berwarna biru dibaju putihnya.
“Ough, mianhae..”
Kata seorang gadis imut dengan wajah polosnya. Dia menyenggol
tangan Eunji yang sedang memegang gelas minumannya. Eunji menatapnya dengan
sedikit kesal, dia menggigit bibir bawahnya dan kembali menggosok bajunya.
Gadis imut itu langsung mundur beberapa langkah karena ketakutan. Naeun
menghampiri Eunji sambil melirik gadis imut yang seusianya.
“Eunji kau baik-baik saja?!”
Tanya Naeun sambil melihat noda dibaju Eunji dengan teliti.
Eunji tidak memberi tanggapan dan dia hanya focus membersihkan bajunya. Naeun
mendorong gadis imut itu sampai dia terjatuh kelantai.
“Mii..mianhae…. Aku tidak sengaja..”
Rintih gadis itu tak berdaya saat Naeun mendekatinya. Naeun
menarik rambut gadis itu dan membangunkannya. Gadis itu menahan rasa sakit
sambil menggosokkan telapak tangannya memohon maaf.
“Hentikan..! Naeun-shi..! dia sudah meminta maaf itu cukup,
lepaskan dia”
Kata Eunji sambil menenangkan Naeun yang masih merasa kesal.
Naeun melepaskan rambut gadis imut itu, dan mengecak pinggangnya sambil
berjalan pergi. Gadis itu terduduk menangis sambil memegangi rambutnya yang sudah
tidak rapi.
“Mianhae, maafkan temanku.. dia tidak memiliki emosi yang
stabil”
Kata Eunji duduk sambil menenangkan gadis yang masih
menangis dilantai. Eunji mengambil setangkai permen kapas besar yang terpajang
dilemari kaca warung dan memberikannya pada gadis itu. Gadis itu menatapnya
dengan tatapan yang sedikit aneh, dan dia menangis sambil memeluk Eunji.
“Eunji-a..! Cepat.. kita harus mengakhiri liburan ini”
Teriak Naeun dari kejauhan tanpa menoleh kebelakang dan
melihat apa yang sedang terjadi. Seorang pria yang hanya memakai celana pendek mendekati
Eunji dan memegangi bahunya. Eunji langsung menoleh kebelakang dan tercengang
melihat pria itu.
“Maafkan adikku, Namju.. bangun, dia sudah ditunggu
temannya”
“Tidak oppa, oppa lihat wajahnya..”
Sahut Namju gadis imut yang langsung melepaskan pelukannya
dari Eunji. Eunji yang bingung langsung memegangi pipinya sambil menatap mereka
berdua. Pria itu menarik Namju untuk segera kebelakang badannya. Pria itu
membangunkan Eunji dan mengelilinginya dengan mulut yang terbuka.
“Kau Eunjikan?”
“Kau tahu aku..?!”
“Ikut aku”
Kata pria itu sambil menarik tangan Eunji dan membawanya kedalam
warung menghampiri 11 pria tampan yang masih asyik dengan tawanya. Namju
langsung menepuk meja makan dan membuat pria itu berhenti bicara.
“Channyeol, sapa lagi yang kau bawa?!”
Tanya seorang pria sambil menunjuk Eunji yang hanya
menampilkan bagian belakang tubuhnya. Channyeol, pria yang membawa Eunji masuk
tersenyum dan menikmati wajah bingung dan penasaran teman-temannya itu.
“Kalian akan kaget… Hya, balikkan badanmu”
Kata Channyeol sambil memejamkan matanya dan memegangi bahu
Eunji dengan santai. Eunji menggenggam erat tangannya dan terus mengambil nafas
panjang sambil melirik pintu keluar.
“1…2…..Ti……ga..!”
Eunji langsung berlari dengan cepat dan menyisakan
kebingungan untuk 11 pria yang menunggunya. EUnji keluar pintu dan berlari menghampiri
Naeun yang sedang menikmati udara. 12 Pria itu tercengang gagu melihat Eunji
melarikan diri dengan cepat.
“Apa yang kalian tunggu, kejar dia.. dia Eunji”
“Apa?!”
12 pria itu langsung berlari keluar menikuti Eunji dan
mencoba untuk membawanya kembali kedalam warung. Mereka berlari lebih cepat
dari Eunji, Naeun hanya menatapnya bingung tanpa menyadari apa yang membuat
Eunji lari.
“Naeun.. R..U..N”
Teriak Eunji sambil terus berlari menarik Naeun. Mereka
berdua berlari ditengah kerumunan orang menuju parkiran. Mereka mencari mobil
dan terus mencari ditempat parker yang penuh dengan mobil yang sama. Naeun melepaskan
tangan Eunji yang memeganginya.
“Kenapa kau lari?!”
“Cepat masuk kedalam mobil..!”
Teriak Eunji membentak Naeun dan mendorong paksa Naeun untuk
masuk. Eunji langsung memicu kendaraan keluar parkiran. Channyeol melihat mobil
yang Eunji bawa, dan berusaha mengejarnya dengan berlari.
“Aku ini bodoh..!”
Kata Channyeol sambil memukul kepalanya sendiri. Channyeol
kembali masuk kedalam parkiran dan menekan tombol dikunci mobilnya.
“Teman-teman, cepat masuk minibus.. kita akan
mengejarnya..!”
Kata Channyeol sambil bergegas menuju minibus miliknya. Mereka
segera mengejar mobil Eunji yang tengah melaju dijalan raya.
~MOBIL EUNJI~
~MOBIL EUNJI~
Eunji menyetir dengan sangat waspada, dia terus
memperhatikan spion mobilnya, sampai benar – benar merasa aman. Naeun
mengahadap Eunji dengan raut yang kurang senang.
“Eunji-ya, kenapa kau memutuskan untuk pergi secepat ini?
kau tahu.. ini Summer, waktunya berjemur dipantai”
“Kita tidak punya waktu untuk itu, Naeun..”
“Kenapa? Bukankah kita juga akan bersenang-senang dengan 12
pria diwarung itu?”
“Mereka mengenal aku Naeun, mengenalku”
“Mengenalmu?! Tidak mungkin..”
“Benar, kau ingat gadis yang kau marahi diwarung itu? Dia
juga mengenalku, dan dia yang membuat pria-pria itu mengenalku”
“Apa? Gadis yang menumpahkan minumanmu?”
“Iya, aku heran dimana mereka bisa mengenalku..!”
“Aku juga, Tapi apakah mereka juga mengenalku?”
Tanya Naeun dengan mata yang penuh harap melihat pada Eunji
yang mulai menurunkan kecepatan mobilnya. Eunji menatapnya dengan kesal dan
mengambil nafas panjang.
“Hehehe, aku tahu, seharusnya aku tak menanyakannya..”
Kata Naeun yang membuang semangat ingin tahunya sambil
kembali duduk santai disamping Eunji.
~MINIBUS Channyeol~
Malam yang dingin, karena hujan yang turun tanpa henti
membuat mereka kesulitan mencari mobil Eunji. Mereka melaju dengan kecepatan
tinggi. Mereka semua duduk melihat keluar jendela minibus, kecuali seorang pria
dengan mata bulat besar yang duduk tenang dikursi sambil memegang sebuah buku.
“Kau tahu ini sia-sia?!”
Kata pria bermata bulat itu sambil membalikkan halaman
majalah yang dia pegang dengan santai. Dengan serentak mereka segera melihat
kearah pria itu dengan tatapan kecewa dan kesal.
“Apa kau bilang? Sia-sia Dio?”
Kata Channyeol dengan tegangan tinggi sambil merem mobilnya.
Dio, pria bermata bulat itu menatap Channyeol dengan tatapan dingin dan
misterius.
“Kau tidak bisa mengejarnya secepat apapun, kau tidak
mengenal mobilnya dengan baikkan? Dan kita juga tak tahu kemana mereka akan
pergi, itu sia-sia. Dan ini hanya pendapatku”
Kata Dio dengan tatapannya yang sangat tidak pantas untuk
dilihat, karena terlalu dingin. Channyeol membalikkan badannya untuk melihat
Dio yang tenang-tenang saja.
“Kau..! Apakah kau akan menyerah semudah itu untuk orang
yang kau idolakan?”
Tanya Channyeol sambil menunjuk muka Dio dengan telunjuknya.
Dio hanya menatap jari Channyeol dan menariknya untuk menjauhi wajahnya.
Semuanya terdiam melihat Channyeol siHappy virus menjadi sangat berambisi untuk
mendapatkan Eunji.
“Aaa, aku lupa.. Kau kan dingin, hah! Mana mungkin bagimu
mengidolakan seseorang..! Kau kan tak tahu bagaimana rasanya..!”
Kata Channyeol yang terdengar sedikit tajam dengan tawa
diakhir katanya. Dio membuka pintu minibusnya dan mengeluarkan tangannya untuk
memegang air hujan.
“Kau marah?! Kaluar..! Kami tidak membutuhkanmu disini..!
Ada yang ingin menemaninya? Keluar!!”
Sambung Channyeol kesal karena dia merasa rencananya
dihalangi. Tanpa banyak kata Dio langsung keluar, menembus air hujan sendirian.
Setelah Dio keluar, Channyeol langsung meninggalkannya sendiri ditengah jalan
yang sunyi. Dipinggiran jalan hanya ada pohon-pohon, jalan terlihat gelap tanpa
ada lampu hanya ada bunyi hujan yang menemaninya.
~MOBIL EUNJI~
Eunji menyetir dengan kecepatan rendah, karena dia ketakutan
melihat cahaya dilangit dan hujan yang sangat lebat. Eunji mengambil hpnya dan
melihat jam dihpnya.
“Sudah jam 11 malam.. Naeun-a”
“Wae?!”
“Jangan tidur..!”
“Ye.. ok..”
Kata Naeun yang terdengar sangat malas untuk berbicara. Eunji
tersenyum dan kembali memicu mobil dengan tenang.
BRASS
Mobil Eunji tidak bisa berjalan, Eunji melihat Naeun yang
sudah tertidur lelap disampingnya. Dengan berani Eunji turun dari mobil dan
melihat apa yang terjadi.
“Omuna..! Bannya masuk kelubang..!”
Kata Eunji yang mulai tidak tenang dan ketakutan sambil
menendang ban mobilnya. Eunji masuk kedalam mobil dan menyilangkan tangannya.
Tok Tok Tok
Seseorang mengetuk kaca mobil dan terlihat seorang pria yang
terlihat kedinginan diluar. Pria itu menulis dijendela dia menuliskan namanya
dijendela agar bisa dilihat Eunji.
“Dio? Perlu bantuan..?!”
Kata EUnji yang mengeja tulisan pria itu dari dalam mobil.
Dengan yakin Eunji keluar dari mobil dan menemui pria bermata bulat yang
mengaku bernama Dio. Pria itu tersenyum sambil menunjuk ban mobil Eunji.
“Ban mobilmu masuk, apakah kau perlu bantuan untuk keluar?”
“Kau bisa membantu?”
“Ya, tapi kalau boleh tahu, kau menuju kemana?”
“Seoul”
“Kebetulan sekali, bisakah kau membawaku ke Seoul? AKu perlu
tumpangan”
“Ya, tentu saja..! Kau bisa membantuku untuk mendorong mobil
ini?!”
Tanya Eunji dengan bersemangat, rasa takutnya hilang karena
dia merasa aman ada seorang pria yang dia anggap baik disisinya. Setelah
keluar, Eunji membukakan pintu mobilnya yang berada dibelakang.
“Masuklah.. Dio”
“Gomawo…”
“Sama-sama”
Kata Eunji sambil masuk kedalam mobil dan melaju menuju
Seoul dengan cepat. Eunji memperhatikan Dio dari kaca dengan senyuman yang
terus terpajang diwajahnya.
